Belajar Menjadi Konsumen Cerdas

16 Mar 2013

konsumen_cerdas_paham_perlindungan_konsumen

Belajar Menjadi Konsumen Cerdas - Konsumen cerdas paham perlindungan konsumen. Apakah anda mengerti yang dimaksud konsumen cerdas? Konsumen cerdas bisa diartikan sebagai orang yang membeli barang berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Jika demikian, apakah anda sudah menjadi konsumen yang cerdas? Begitu banyak orang yang konsumtif dalam membeli barang, atau bisa juga disebut gila belanja. Baik itu belanja barang pangan maupun non-pangan. Entah itu belanja barang yang memang dibutuhkan maupun yang hanya diinginkan dan akhirnya hanya sia-sia dan menjadi sampah saja. Ya, memang lebih mudah menghabiskan uang daripada menyimpannya. Pada dasarnya, manusia memang sebagai makhluk konsumtif. Namun, kita juga dituntut untuk menjadi konsumen yang cerdas. Seperti apakah konsumen cerdas itu?

Bagaimana Belajar Menjadi Konsumen Cerdas

Sebagai konsumen cerdas paham perlindungan konsumen kita harus paham tentang bagaimana membeli barang yang baik. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan sebelum membeli suatu barang, baik itu barang pangan maupun non-pangan. Untuk barang pangan, kita harus meneliti dulu tentang tanggal kadaluwarsa produk. Untuk barang non-pangan, kita harus memperhatikan label maupun kartu manual dan garansi produk. Ini bertujuan untuk melindungi hak-hak dan kewajiban kita sebagai konsumen cerdas paham perlindungan konsumen.

Belajar Menjadi Konsumen Cerdas dan Pintar

Konsumen yang cerdas adalah konsumen cerdas paham perlindungan konsumen yang telah diatur dalam Undang-Undang. Kementerian Perdaganan Republik Indonesia sangat gencar dalam menerapkan pelindungan tersebut, misalnya dengan mengawasi barang-barang yang beredar di dalam negeri. Sebagai contoh perlindungan konsumen oleh pemerintah adalah dengan melakukan pengecekan barang-barang yang beredar di pasaran secara berkala.

Tidak jarang ditemukan produk-produk yang menyalahi aturan yang telah ditetapkan, seperti produk yang tidak berizin, melanggar ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI), melanggar ketentuan Manual dan Kartu Garansi (MKG), melanggar ketentuan label dalam Bahasa Indonesia, melanggar aspek keamanan, melanggar mutu gizi, melanggar kententuan administrasi, dan masih banyak lagi. Hal ini bermaksud untuk melindungi pasar dalam negeri dan meningkatkan pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Maka dari itu, marilah kita meningkatkan kesadaran kita untuk menjadi konsumen cerdas paham perlindungan konsumen sehingga upaya pemerintah tersebut dapat berjalan secara efektif.

Terima kasih telah membaca artikel mengenai :

Belajar Menjadi Konsumen Cerdas

Kunjungi : http://www.jasa-pembuatan-blog-pro.com/2013/03/konsumen-cerdas-paham-perlindungan-konsumen.html

Dan baca selengkapnya disini.


TAGS belajar konsumen cerdas paham perlindungan


Comment
-

Author

Follow Me